Grebeg Suro Ponorogo
Pesta rakyat tahunan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram (1 Suro). Dimeriahkan Festival Nasional Reog Ponorogo, pawai lintas sejarah & kirab pusaka, hingga Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.
- Digagas
- 1987
- Menyambut
- 1 Suro
- Panggung
- Alun-alun
- Puncak
- T. Ngebel
Sejak
1987
Digagas Bupati Soebarkah P.H.
FNRP Sejak
1995
Festival Nasional Reog
Durasi
± 1 Bulan
Mengikuti bulan Muharram
Skala
Nasional
Peserta lintas provinsi
Cuplikan Grebeg Suro
Rasakan atmosfer Grebeg Suro dan Festival Nasional Reog Ponorogo melalui video dokumentasi berikut.
Dokumentasi Volunteer Grebeg Suro.
Apa itu Grebeg Suro?
Grebeg Suro adalah perayaan budaya tahunan masyarakat Ponorogo untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram, yang dalam penanggalan Jawa disebut 1 Suro. Lebih dari sekadar pesta rakyat, Grebeg Suro menjadi ruang syukur, refleksi spiritual, sekaligus panggung pelestarian jati diri budaya Ponorogo — terutama kesenian Reog yang melegenda.
Perhelatan ini menyatukan ritual, seni pertunjukan, dan wisata budaya dalam satu rangkaian besar yang berlangsung hampir sebulan penuh dan menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah.
Menyambut 1 Suro
Penanda pergantian tahun dalam kalender Islam & Jawa.
Wujud Syukur
Doa dan harapan akan berkah serta keselamatan.
Pelestarian Reog
Menjaga warisan kesenian khas Ponorogo tetap hidup.
Wisata Budaya
Daya tarik pariwisata berskala nasional.
Dari Tirakatan Malam Suro
ke Pengakuan Dunia
- Asal-usul
Tirakatan Malam 1 Suro
Masyarakat Ponorogo, terutama para warok, mengelilingi kota semalam suntuk dan berakhir di Alun-alun Ponorogo.
- 1987
Lahirnya Grebeg Suro
Bupati Soebarkah Poetra Hadiwirjo memformalkan tradisi ini dan memasukkan kesenian Reog ke dalam rangkaiannya untuk membangkitkan kembali minat generasi muda.
- 1993
Larung Sesaji Telaga Ngebel
Ritual larung di Telaga Ngebel mulai diselenggarakan secara resmi sebagai bagian rangkaian acara.
- 1995
Festival Nasional Reog Ponorogo
FNRP pertama digelar, mempertemukan grup-grup reog dari berbagai daerah di panggung Alun-alun Ponorogo.
- ± 1997
Larung Risalah Doa
Larung Sesaji berganti nama menjadi Larung/Risalah Doa, selaras dengan identitas Ponorogo sebagai Kota Santri.
- 2024
Diakui UNESCO
Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 3 Desember 2024.
Empat Mahakarya dalam Satu Perhelatan
Rangkaian Grebeg Suro membentang dari prosesi sakral hingga kompetisi seni berskala nasional.
Pawai Lintas Sejarah & Kirab Pusaka
Diawali kirab pusaka menuju makam Bathara Katong, pendiri Ponorogo. Ratusan peserta berpawai dengan bendi dan kuda hias menyusuri pusat kota, menapaktilasi sejarah panjang Bumi Reog.
Festival Reog Remaja (FRR)
Panggung bagi grup-grup reog usia remaja dan pelajar untuk unjuk kebolehan — wadah regenerasi seniman reog masa depan.
Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP)
Kompetisi reog skala nasional di panggung utama Alun-alun Ponorogo. Diikuti puluhan grup dari berbagai provinsi — Madiun, Malang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Sumatra dan Kalimantan. Digelar sejak 1995.
Larungan Risalah Doa — Telaga Ngebel
Tepat pada 1 Suro, dua tumpeng raksasa berisi hasil bumi diarak mengelilingi telaga (± 3 km), didoakan para sesepuh, lalu dilarung ke Telaga Ngebel sebagai wujud syukur dan harapan berkah.
Mengenal Reog Ponorogo
Seni pertunjukan yang memadukan tari, musik gamelan, dan mitologi — cerminan keberanian, kesetiaan, dan kebanggaan masyarakat Ponorogo.
Singo Barong & Dadak Merak
Topeng raksasa berwujud kepala harimau yang dimahkotai rangkaian bulu merak — ikon utama Reog Ponorogo.
± 2,25 m
Panjang
50–60 kg
Berat
Digigit
Cara dibawa
Warok
Sesepuh berilmu tinggi dan berbudi luhur; lambang kekuatan lahir-batin serta pengayom masyarakat.
Jathil
Prajurit berkuda yang menari lincah berpasangan di atas kuda kepang, melambangkan ketangkasan keprajuritan.
Bujang Ganong
Patih muda (Pujangga Anom) yang enerjik, jenaka, dan akrobatik — penampilannya selalu dinanti penonton.
Prabu Klono Sewandono
Raja sakti dari Kerajaan Bantarangin, pemilik pusaka andalan Pecut Samandiman.
Iringan musik: pertunjukan Reog hidup dengan gamelan khas Ponorogo — kendang, ketipung, kenong, gong, angklung, dan slompret (terompet) yang melengking khas.
Dua Kisah di Balik Reog
Asal-usul Reog Ponorogo diwariskan melalui dua versi cerita yang sama-sama melegenda.
Cinta Klono Sewandono & Dewi Songgolangit
Prabu Klono Sewandono dari Kerajaan Bantarangin jatuh hati dan melamar Dewi Songgolangit, putri Kerajaan Kediri. Dalam perjalanan, ia dihadang Singo Barong — makhluk berkepala harimau bermahkota bulu merak. Pertarungan inilah yang diyakini menjadi cikal bakal tarian Reog.
Sindiran untuk Penguasa Majapahit
Pada abad ke-15, Ki Ageng Kutu — abdi Raja Brawijaya V — kecewa atas melemahnya pemerintahan Majapahit. Melalui padepokan dan kesenian barongan, ia menciptakan Reog sebagai sindiran: Singo Barong melambangkan raja yang dikendalikan, sementara bulu merak melambangkan pengaruh sang permaisuri.
Reog Ponorogo Resmi Diakui Dunia
Pada Sidang ke-19 Komite Antarpemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda di Asunción, Paraguay, 3 Desember 2024, UNESCO menetapkan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam kategori yang membutuhkan pelindungan mendesak (In Need of Urgent Safeguarding). Reog menjadi elemen budaya takbenda Indonesia ke-14 yang diakui UNESCO.
Grebeg Suro 2026 — FNRP ke-XXXI
Lebih dari 29 rangkaian acara digelar sepanjang Mei–Juli 2026 di Ponorogo. Berikut rangkaian acara lengkap beserta daftar peserta festival.
Rangkaian Acara
Daftar Peserta — Festival Reog Remaja (FRR) XXII
Minggu, 7 Juni 2026
- 02Singo Anurogo AnomSMPN 1 Ngrayun
- 03Sardula Siswa WinasisSMPN 2 Badegan
- 04Singo Bayi Djoyo ManggoloSMPN 3 Ponorogo
- 05Singo ManggoloKontingen se-Kecamatan Sukorejo
- 06Taruna ManggalaSMPN 1 Bungkal
Senin, 8 Juni 2026
- 07Jaya ManggalaSMPN 2 Ponorogo
- 08Simo Endro WijoyoSMPN 2 Satu Atap / Kec. Jambon
- 09Solah WetanKomunitas Masyarakat Seni Solah Wetan
- 10Singa Mudha UtamaWilayah Kecamatan Pulung
- 11Jugo Joyo ManggoloSMPN 2 Balong
- 12Gogor SembadaSMPN/MTs se-Kec. Babadan (diwakili SMPN 2 Babadan)
Selasa, 9 Juni 2026
- 13Singo Taruno BudoyoSMPN 1 Ponorogo
- 14Putro Joyo NegoroKontingen SMP/MTs Kec. Slahung
- 15Singo SumowicitroSMPN 2 Kauman
- 16Singo Mulang JoyoSMPN 4 Ponorogo
- 17Arezza ManggalaSMPN 1 Sambit
- 18Reyog GunungsariSMPN 1 Mlarak
- 01Reyog Nurul HudaPonpes Nurul Huda Sragen
Rabu, 10 Juni 2026
- 19Taruno MudhoSMPN 1 Jetis
- 20Sardula PratamaSMPN 6 Ponorogo
- 21Taruna Argo WilisSMPN 1 Ngebel
- 22Sardulo Mudho NirmalaSMPN 1 Jenangan
- 23Sekar MasSMPN 5 Ponorogo
- 24Sardula Candi TarunaSMPN 1 Kauman
Daftar Peserta — Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI
Kamis, 11 Juni 2026
- 02Sardhulo KridhoEx-PB Somoroto
- 03Sardhulo Djoyo GendhiloPSHWTM Pusat Madiun
- 04Manggolo Projo ArjowinangunEx-PB Arjowinangun
- 05Reyog Krida Satria TamaKomisariat PSHT Pusat Madiun
- 06Taruno JayengronoSMAN 1 Pulung
- 07Gembolo SarduloEx-PB Jebeng
- 08Singo Mudo KepuhrubuhDesa Kepuhrubuh, Siman
Jumat, 12 Juni 2026
- 09Reyog Panjer LintangEx-PB Pulung
- 10Krida Chitraka MudaSMKN 1 Slahung
- 11Gembong Tengah Kutho Titik NolSMAN 1 Ponorogo
- 12Manggolo WiyotoSMAN 3 Ponorogo
- 13Simo Budi UtomoPGRI Universitas Muhammadiyah Ponorogo
- 14Taruno Adi LuhungSMAN 1 Babadan
- 15Reyog Watoe DhakonUIN Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
- 16Regol WengkerKomunitas Seniman Reyog Kecamatan Sampung
Sabtu, 13 Juni 2026
- 17Pemerintah Kota SurabayaPurbaya Surabaya
- 18Kyai LodraDisbud Jawa Timur
- 19Kedaton Singa LodayaBlit'art Community
- 20Garudo Djoyo ManggoloSekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo
- 21Taruno SuryoSMA Muhammadiyah 1 Ponorogo
- 22Ki Ageng MirahResbumi PCNU Ponorogo
- 23Kawulo MudhoKabupaten Nganjuk
- 24Kridha TarunaSMAN 2 Ponorogo
Minggu, 14 Juni 2026
- 25PO NarendraPO Narendra
- 26Reyog Pemerintah Kabupaten WonogiriPemkab Wonogiri
- 27Manggolo MudhoPawardo Yogyakarta
- 28Gajah ManggoloSMAN 1 Ponorogo
- 29Komunitas Reyog Singo YogoSurakarta
- 30Satrio Bimo SembodoBaturetno, Wonogiri
- 31Bantarangin DKI JakartaBantarangin DKI Jakarta
- 32Reyog Laskar SawunggalingUniversitas Negeri Surabaya
- 01Gembong Cadas SriwijayaSekolah Rakyat Terintegrasi 5 / Disbudpar Kota Palembang
*Jadwal & nomor urut tampil dapat berubah sesuai keputusan penyelenggara. Data dirangkum dari poster resmi Grebeg Suro 2026.
Tiket Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI
Penjualan tiket online dibuka Minggu, 7 Juni 2026 pukul 20.00 WIB. Tersedia tiga kategori:
Resmi melalui ReogTix — https://ReogTix.com
Himbauan Perayaan Grebeg Suro 2026
Imbauan resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menyemarakkan Grebeg Suro 2026.
Pasang Umbul-umbul
Memasang umbul-umbul kesemarakan dan keindahan di masing-masing lingkungan OPD / Satuan Kerja / Kantor.
Pasang Spanduk
Memasang spanduk bertema “Bergandeng Erat, Bergerak Cepat, Ponorogo Hebat”.
Template: s.id/bannerGS2026Pakaian Khas Ponorogo
Karyawan/karyawati mengenakan Pakaian Khas Ponorogo — Bapak: Penadon & Blangkon Gadung Melati; Ibu: Penadon Wanita.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Ponorogo · ponorogo.go.id
Digerakkan oleh Ribuan Volunteer
Di balik megahnya Grebeg Suro, ada Volunteer Grebeg Suro dari berbagai divisi — backstage, runner, liaison officer, hospitality, hingga dokumentasi — yang bahu-membahu menyukseskan setiap perhelatan.
Total Volunteer
Total Divisi
Total EO
Rangkaian Acara 2026
Volunteer Bertugas Hari Ini?
Masuk ke akun volunteer Anda untuk melakukan clock-in. Pastikan Anda berada di area venue agar validasi lokasi berhasil.
Masuk Absensi VolunteerBerita Terbaru
Liputan Grebeg Suro 2026 & Volunteer Grebeg Suro dari berbagai kanal media nasional dan lokal — lengkap dengan tautan ke artikel aslinya.
Tahta Kosong FNRP XXXI/2026 Bikin Persaingan Memanas, Regenerasi Reog Kian Terlihat
Persaingan Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI memanas. Tahta juara yang kosong membuat kontingen berlomba tampil maksimal, sementara regenerasi seniman reog muda kian terlihat di panggung utama.
Sinyal Ponorogo · Juni 2026
Sukses Pikat Turis Asing, Spirit Reogevolution di Grebeg Suro 2026 Dobrak Stigma Tari Jawa
Turis dari New York hingga Paris terpukau: berbeda dari stereotip tari Jawa yang lembut dan pelan, Reog tampil enerjik dan bertenaga. Spirit “Reogvolution” dinilai berhasil mendobrak stigma sekaligus memikat penonton dunia.
Surabaya Pagi · Juni 2026
Grebeg Suro 2026 Jadi Etalase Budaya dan Industri Kreatif Ponorogo
Pemkab Ponorogo memosisikan Grebeg Suro 2026 sebagai etalase budaya sekaligus industri kreatif daerah — memamerkan karya seniman, perajin, dan komunitas kreatif Bumi Reog kepada wisatawan nusantara dan mancanegara.
Prokopim Ponorogo · Juni 2026
Yang Sering Ditanyakan
Apa itu Grebeg Suro?
Grebeg Suro adalah perayaan budaya tahunan masyarakat Ponorogo untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram (1 Suro), dimeriahkan Festival Nasional Reog Ponorogo serta Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.
Kapan Grebeg Suro 2026 digelar?
Rangkaian Grebeg Suro 2026 berlangsung sepanjang Juni–Juli 2026, dengan puncak pada 1 Suro / 1 Muharram melalui Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.
Di mana lokasi Festival Nasional Reog Ponorogo?
Panggung utama Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) berada di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur.
Apa itu Volunteer Grebeg Suro dan bagaimana cara bergabung?
Volunteer Grebeg Suro adalah gerakan relawan pemuda Ponorogo yang menjadi penggerak di balik Festival Nasional Reog Ponorogo. Pelajari sejarah dan cara bergabungnya di halaman Volunteer Grebeg Suro.
Pelajari selengkapnya →Apakah Reog Ponorogo diakui UNESCO?
Ya. Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 3 Desember 2024.
Apa saja rangkaian acara Grebeg Suro?
Pawai Lintas Sejarah & Kirab Pusaka, Festival Reog Remaja (FRR), Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.

